<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>blog-pinggir</title>
	<atom:link href="http://chsusanto5.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://chsusanto5.wordpress.com</link>
	<description>semua orang adalah guru, semua tempat adalah sekolahan</description>
	<lastBuildDate>Sat, 17 Dec 2011 07:33:03 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='chsusanto5.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://0.gravatar.com/blavatar/22b899e421139245d264878d51c6468a?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>blog-pinggir</title>
		<link>http://chsusanto5.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://chsusanto5.wordpress.com/osd.xml" title="blog-pinggir" />
	<atom:link rel='hub' href='http://chsusanto5.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>TAK MAU DIGUSUR UMUR</title>
		<link>http://chsusanto5.wordpress.com/2011/11/30/tak-mau-digusur-umur/</link>
		<comments>http://chsusanto5.wordpress.com/2011/11/30/tak-mau-digusur-umur/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 Nov 2011 16:36:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Che Susanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[OPINI]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://chsusanto5.wordpress.com/?p=193</guid>
		<description><![CDATA[Benarkah hanya pada masa muda orang bisa memulai segalanya? Kartini meninggal pada usia 24 tahun. Bayangkan, betapa mudanya ketika ia berangkat dengan ide-ide besar. Kemudian, pada awal abad ke-20, sejumlah organisasi yang namanya dimulai dengan Jong bermunculan. Hitung saja dari sejarah, berapa umur Muhammad Yamin atau Bahder Johan atau Dr. Wahidin atau Bung Karno waktu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=chsusanto5.wordpress.com&amp;blog=6233863&amp;post=193&amp;subd=chsusanto5&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Benarkah hanya pada masa muda orang bisa memulai segalanya? Kartini meninggal pada usia 24 tahun. Bayangkan, betapa mudanya ketika ia berangkat dengan ide-ide besar. Kemudian, pada awal abad ke-20, sejumlah organisasi yang namanya dimulai dengan <em>Jong</em> bermunculan. Hitung saja dari sejarah, berapa umur Muhammad Yamin atau Bahder Johan atau Dr. Wahidin atau Bung Karno waktu memulai sesuatu – yang kemudian menjadi tonggak sejarah.</p>
<p style="text-align:justify;">Masa perang kemerdekaan juga menyediakan momentum yang bagus untuk anak-anak muda. Tahun 1946, Panglima Divisi Siliwangi adalah seorang pemuda bernama AH Nasution, umurnya 28 tahun. Aidit dan Nyoto memimpin PKI pada usia yang belum genap 20 tahun. Dan mereka berhasil membawa partai itu mencapai kejayaannya.</p>
<p style="text-align:justify;">Tapi, dengarkan kata-kata Kong Hu Cu ini: “Pada umur 15, aku mengamalkan diri untuk belajar kebijaksanaan; pada umur 30 aku tumbuh lebih kuat dalam kebijaksanaan; pada umur 40 aku tak lagi punya rasa ragu; pada umur 60 tak ada sesuatu pun di atas bumi yang bisa mengguncangkanku; pada umur 70 aku dapat mengikuti imlak hatiku tanpa mengingkari hukum moral.”</p>
<p style="text-align:justify;">Bagi kita yang merasa “belum menemukan apa-apa” adakah kata “terlambat” untuk menorehkan prestasi? Dewasa ini, kita mendengar banyak cerita tentang orang-orang yang meraih kesuksesan justru ketika mereka sudah berumur. Bukankah Susan Boyle mencapai popularitas justru pada umur 47?</p>
<br />Filed under: <a href='http://chsusanto5.wordpress.com/category/opini/'>OPINI</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/chsusanto5.wordpress.com/193/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/chsusanto5.wordpress.com/193/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/chsusanto5.wordpress.com/193/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/chsusanto5.wordpress.com/193/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/chsusanto5.wordpress.com/193/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/chsusanto5.wordpress.com/193/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/chsusanto5.wordpress.com/193/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/chsusanto5.wordpress.com/193/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/chsusanto5.wordpress.com/193/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/chsusanto5.wordpress.com/193/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/chsusanto5.wordpress.com/193/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/chsusanto5.wordpress.com/193/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/chsusanto5.wordpress.com/193/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/chsusanto5.wordpress.com/193/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=chsusanto5.wordpress.com&amp;blog=6233863&amp;post=193&amp;subd=chsusanto5&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://chsusanto5.wordpress.com/2011/11/30/tak-mau-digusur-umur/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bc7ff3081908eed4d0ec9190ac9fb2e3?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Che</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>METAMORFOSIS KAMUS BESAR BAHASA INDONESIA (KBBI) MENJADI KAMUS BAHASA INDONESIA (KBI)</title>
		<link>http://chsusanto5.wordpress.com/2011/08/08/metamorfosis-kamus-besar-bahasa-indonesia-kbbi-menjadi-kamus-bahasa-indonesia-kbi/</link>
		<comments>http://chsusanto5.wordpress.com/2011/08/08/metamorfosis-kamus-besar-bahasa-indonesia-kbbi-menjadi-kamus-bahasa-indonesia-kbi/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Aug 2011 02:33:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Che Susanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[UNDUH KAMUS]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://chsusanto5.wordpress.com/?p=137</guid>
		<description><![CDATA[Tanpa terasa, Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) sudah 23 tahun lebih berada di tengah-tengah kita. Selama kurun waktu itu KBBI telah mengalami perkembangan muatan lema, dari 62.000 pada edisi pertama (1998) menjadi 91.000 pada edisi keempat (2008). Hal ini menunjukkan bahwa KBBI selalu memutakhirkan kandungan lema-nya. Menurut catatan Pusat Bahasa, dari edisi pertama sampai edisi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=chsusanto5.wordpress.com&amp;blog=6233863&amp;post=137&amp;subd=chsusanto5&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tanpa terasa, <em>Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)</em> sudah 23 tahun lebih berada di tengah-tengah kita. Selama kurun waktu itu KBBI telah mengalami perkembangan muatan lema, dari 62.000 pada edisi pertama (1998) menjadi 91.000 pada edisi keempat (2008). Hal ini menunjukkan bahwa KBBI selalu memutakhirkan kandungan lema-nya. Menurut catatan Pusat Bahasa, dari edisi pertama sampai edisi keempat, KBBI telah mengalami cetak ulang puluhan kali.</p>
<p>Pada bulan Oktober  2008, Pusat Bahasa meluncurkan <em>Kamus Bahasa Indonesia (KBI).</em> Dibandingkan dengan KBBI, KBI telah mengalami penyempurnaan definisi atau penjelasan lema/sublemanya, penambahan makna (akibat perkembangan pemakaian bahasa), perbaikan penulisan latin untuk nama tumbuhan dan hewan, serta perubahan urutan susunan sublema.</p>
<p>Untuk memudahkan download, saya memecah KBI per initial secara alfabetis. Semoga bermanfaat!</p>
<ol>
<li>A, silakan DOWNLOAD  <a title="A" href="http://www.ziddu.com/downloadlink/15725911/A.pdf" target="_blank">di sini</a></li>
<li>B, silakan DOWNLOAD  <a title="B" href="http://www.ziddu.com/downloadlink/15706553/B.pdf" target="_blank">di sini</a></li>
<li>C, silakan DOWNLOAD  <a title="C" href="http://www.ziddu.com/downloadlink/15706614/C.pdf" target="_blank">di sini</a></li>
<li>D, silakan DOWNLOAD  <a title="D" href="http://www.ziddu.com/downloadlink/15706634/D.pdf" target="_blank">di sini</a></li>
<li>E, silakan DOWNLOAD  <a title="E" href="http://www.ziddu.com/downloadlink/15706683/E.pdf" target="_blank">di sini</a></li>
<li>F, silakan DOWNLOAD  <a title="F" href="http://www.ziddu.com/downloadlink/15706720/F.pdf" target="_blank">di sini</a></li>
<li>G, silakan DOWNLOAD  <a title="G" href="http://www.ziddu.com/downloadlink/15706789/G.pdf" target="_blank">di sini</a></li>
<li>H, silakan DOWNLOAD  <a title="H" href="http://www.ziddu.com/downloadlink/15706817/H.pdf" target="_blank">di sini</a></li>
<li>I, silakan DOWNLOAD  <a title="I" href="http://www.ziddu.com/downloadlink/15706834/I.pdf" target="_blank">di sini</a></li>
<li>J, silakan DOWNLOAD  <a title="J" href="http://www.ziddu.com/downloadlink/15706892/J.pdf" target="_blank">di sini</a></li>
<li>K, silakan DOWNLOAD  <a title="K" href="http://www.ziddu.com/downloadlink/15706911/K.pdf" target="_blank">di sini</a></li>
<li>L, silakan DOWNLOAD  <a title="L" href="http://www.ziddu.com/downloadlink/15707075/L.pdf" target="_blank">di sini</a></li>
<li>M, silakan DOWNLOAD <a title="M" href="http://www.ziddu.com/downloadlink/15725976/M.pdf" target="_blank"> di sini</a></li>
<li>N, silakan DOWNLOAD  <a title="N" href="http://www.ziddu.com/downloadlink/15726028/N.pdf" target="_blank">di sini</a></li>
<li>O, silakan DOWNLOAD  <a title="O" href="http://www.ziddu.com/downloadlink/15947821/O.pdf" target="_blank">di sini</a></li>
<li>P, silakan DOWNLOAD  <a title="P" href="http://www.ziddu.com/downloadlink/15948011/P.pdf" target="_blank">di sini</a></li>
<li>Q, silakan DOWNLOAD  <a title="Q" href="http://www.ziddu.com/downloadlink/15948155/Q.pdf" target="_blank">di sini</a></li>
<li>R, silakan DOWNLOAD  <a title="R" href="http://www.ziddu.com/downloadlink/15948204/R.pdf" target="_blank">di sini</a></li>
<li>S, silakan DOWNLOAD  <a title="S" href="http://www.ziddu.com/downloadlink/15948351/S.pdf" target="_blank">di sini</a></li>
<li>T, silakan DOWNLOAD  <a title="T" href="http://www.ziddu.com/downloadlink/15948430/T.pdf" target="_blank">di sini</a></li>
<li>U, silakan DOWNLOAD  <a title="U" href="http://www.ziddu.com/downloadlink/15948510/U.pdf" target="_blank">di sini</a></li>
<li>V, silakan DOWNLOAD  <a title="V" href="http://www.ziddu.com/downloadlink/15948511/V.pdf" target="_blank">di sini</a></li>
<li>W, silakan DOWNLOAD  <a title="W" href="http://www.ziddu.com/downloadlink/15948512/W.pdf" target="_blank">di sini</a></li>
<li>X, silakan DOWNLOAD  <a title="X" href="http://www.ziddu.com/download/15968291/X.pdf.html" target="_blank">di sini</a></li>
<li>Y, silakan DOWNLOAD <a title="Y" href="http://www.ziddu.com/download/15968292/Y.pdf.html" target="_blank"> di sini</a></li>
<li>Z, silakan DOWNLOAD  <a title="Z" href="http://www.ziddu.com/download/15968290/Z.pdf.html" target="_blank">di sini</a></li>
</ol>
<br />Filed under: <a href='http://chsusanto5.wordpress.com/category/unduh-kamus/'>UNDUH KAMUS</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/chsusanto5.wordpress.com/137/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/chsusanto5.wordpress.com/137/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/chsusanto5.wordpress.com/137/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/chsusanto5.wordpress.com/137/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/chsusanto5.wordpress.com/137/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/chsusanto5.wordpress.com/137/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/chsusanto5.wordpress.com/137/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/chsusanto5.wordpress.com/137/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/chsusanto5.wordpress.com/137/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/chsusanto5.wordpress.com/137/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/chsusanto5.wordpress.com/137/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/chsusanto5.wordpress.com/137/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/chsusanto5.wordpress.com/137/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/chsusanto5.wordpress.com/137/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=chsusanto5.wordpress.com&amp;blog=6233863&amp;post=137&amp;subd=chsusanto5&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://chsusanto5.wordpress.com/2011/08/08/metamorfosis-kamus-besar-bahasa-indonesia-kbbi-menjadi-kamus-bahasa-indonesia-kbi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bc7ff3081908eed4d0ec9190ac9fb2e3?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Che</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>KEKUASAAN DAN UANG</title>
		<link>http://chsusanto5.wordpress.com/2011/07/15/110/</link>
		<comments>http://chsusanto5.wordpress.com/2011/07/15/110/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 15 Jul 2011 02:35:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Che Susanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[OPINI]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://chsusanto5.wordpress.com/?p=110</guid>
		<description><![CDATA[Dari manakah datangnya kekuasaan? Sebelum menjawab pertanyaan itu, kita mesti balik bertanya: dahulu atau sekarang? Bila ada calon pejabat yang rajin sowan ke “orang tua” demi sebuah kekuasaan, itu mungkin terinspirasi cerita masa lalu. Tersebutlah dalam salah satu bagian Babad Tanah Jawi, kisah tentang Ki Pamanahan dan Ki Ageng Giring. Keduanya adalah sahabat erat bagai [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=chsusanto5.wordpress.com&amp;blog=6233863&amp;post=110&amp;subd=chsusanto5&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Dari manakah datangnya kekuasaan? Sebelum menjawab pertanyaan itu, kita mesti balik bertanya: dahulu atau sekarang? Bila ada calon pejabat yang rajin sowan ke “orang tua” demi sebuah kekuasaan, itu mungkin terinspirasi cerita masa lalu.</p>
<p style="text-align:justify;">Tersebutlah <a href="http://chsusanto5.files.wordpress.com/2011/07/1_736206352l.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-111" title="1_736206352l" src="http://chsusanto5.files.wordpress.com/2011/07/1_736206352l.jpg?w=129&#038;h=150" alt="" width="129" height="150" /></a>dalam salah satu bagian <em>Babad Tanah Jawi,</em> kisah tentang Ki Pamanahan dan Ki Ageng Giring. Keduanya adalah sahabat erat bagai saudara. Ki Pamanahan tinggal di Mataram, yang waktu itu masih berupa dusun kecil. Ki Ageng Giring tinggal di Gunung Kidul. Ia penyadap nira.</p>
<p style="text-align:justify;">Suatu pagi, Ki Ageng Giring memeriksa kebunnya. Di sebuah pohon kelapa yang biasanya tak berbuah, tampak sebutir kelapa muda. Ia heran. Dan ia terkejut ketika terdengar suara gaib: “Ki Ageng Giring, ketahuilah. Siapa yang meminum kelapa muda ini sampai habis, akan menurunkan raja agung yang memerintah seluruh Jawa”.</p>
<p style="text-align:justify;">Ki Ageng memetik buah tunggal itu, lalu membawanya pulang. Di rumah, dipangkasnya sabutnya, tinggal meminum airnya. Tapi hari masih pagi, dan Ki Ageng belum haus, maka ia menyimpan kelapa itu di dapur. Ia ke hutan dulu, menebangi pohon dan membuka semak.</p>
<p style="text-align:justify;">Tak lama kemudian, Ki Pamanahan tiba di rumah Ki Ageng. Terdesak haus oleh perjalanan jauh, ia langsung mencari minuman. Tapi belum ada nira sepagi itu. Ketika ditemukannya sebutir kelapa muda yang siap di dapur, ia langsung melubanginya dan menenggak airnya sampai habis. Ki Ageng tidak marah oleh ulah sahabatnya, ia menganggap itulah takdir. Syahdan, putra pertama Ki Pamanahan yang kemudian menjadi raja Mataram pertama, Panembahan Senopati.</p>
<p style="text-align:justify;">Cerita tentang buah kelapa itu mungkin direka untuk mengukuhkan legitimasi kekuasaan raja-raja Mataram. Pada suatu zaman ketika demokrasi belum lahir, pemilihan tentang siapa yang berkuasa perlu dikukuhkan oleh suara gaib. Kekuasaan atau kedudukan, dengan begitu hampir mendekati sejenis kesaktian atau sesuatu yang melekat pada pribadi. Maka raja zalim atau bijaksana, bergantung pada watak pribagi sang raja.</p>
<p style="text-align:justify;">Pada masa lahirnya demokrasi, slogan “dari rakyat, oleh rakyat, untuk rakyat” sangat dijunjung dan dihargai. Jabatan atau kekuasaan akan dipandang sebagai amanah dan tanggung jawab karena lahir dari hati tulus rakyat yang telah memilih.</p>
<p style="text-align:justify;">Namun, pada masa kini demokrasi tidak lagi “dihargai”, tapi justru “dibeli”. Uang menjadi senjata ampuh untuk meraih kekuasaan. Jabatan adalah semacam gengsi yang bisa dijual dan dibeli.</p>
<br />Filed under: <a href='http://chsusanto5.wordpress.com/category/opini/'>OPINI</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/chsusanto5.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/chsusanto5.wordpress.com/110/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/chsusanto5.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/chsusanto5.wordpress.com/110/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/chsusanto5.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/chsusanto5.wordpress.com/110/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/chsusanto5.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/chsusanto5.wordpress.com/110/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/chsusanto5.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/chsusanto5.wordpress.com/110/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/chsusanto5.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/chsusanto5.wordpress.com/110/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/chsusanto5.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/chsusanto5.wordpress.com/110/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=chsusanto5.wordpress.com&amp;blog=6233863&amp;post=110&amp;subd=chsusanto5&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://chsusanto5.wordpress.com/2011/07/15/110/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bc7ff3081908eed4d0ec9190ac9fb2e3?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Che</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://chsusanto5.files.wordpress.com/2011/07/1_736206352l.jpg?w=129" medium="image">
			<media:title type="html">1_736206352l</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>MENGGUGAT HAKIKAT PENDIDIKAN</title>
		<link>http://chsusanto5.wordpress.com/2010/05/17/menggugat-hakikat-pendidikan/</link>
		<comments>http://chsusanto5.wordpress.com/2010/05/17/menggugat-hakikat-pendidikan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 17 May 2010 02:32:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Che Susanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[OPINI]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://chsusanto5.wordpress.com/?p=41</guid>
		<description><![CDATA[Singosari pada pertengahan abad ke-13. Seorang pemuda bersimpuh di depan pintu padepokan Ki Sidik Danusara, sore itu. Dilihat dari wajah letih dan pakaiannya, pemuda itu dari kalangan rakyat jelata yang datang dari tempat yang jauh. Para cantrik memandang dengan remeh ke arah pemuda. Namun, kebetulan Ki Sidik sedang berada di pendopo, beliau menyuruh si pemuda [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=chsusanto5.wordpress.com&amp;blog=6233863&amp;post=41&amp;subd=chsusanto5&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><small>Singosari pada pertengahan abad ke-13. Seorang pemuda bersimpuh di depan pintu padepokan Ki Sidik Danusara, sore itu. Dilihat dari wajah letih dan pakaiannya, pemuda itu dari kalangan rakyat jelata yang datang dari tempat yang jauh.</small></p>
<p><small><a href="http://chsusanto5.files.wordpress.com/2010/05/celestial-dragons.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-42" title="Celestial Dragons" src="http://chsusanto5.files.wordpress.com/2010/05/celestial-dragons.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a> Para cantrik memandang dengan remeh ke arah pemuda. Namun, kebetulan Ki Sidik sedang berada di pendopo, beliau menyuruh si pemuda menghadap. Si pemuda – yang memperkenalkan dirinya dengan nama Nurseta – pun menyatakan keinginannya untuk mereguk ilmu di padepokan. Berguru. Trenyuh oleh keadaan dan tertarik oleh semangat si pemuda, Ki Sidik pun menerimanya sebagai murid. Sejak itulah Nurseta berguru, mulai dari ilmu kadigdayan, agama, sampai susastra. Tujuh tahun kemudian, si pemuda “turun gunung” dengan berbekal aneka ilmu dari Ki Sidik. Ia menjadi pendekar yang tampan, sakti mandraguna, dan getol membasmi kejahatan.<span id="more-41"></span></small></p>
<p>Itulah cuplikan dari cerita silat berjudul Sejengkal Tanah, Sepercik Darah yang terkenal dari Asmaraman S. Kho Ping Hoo. <!--baca selengkapnya-->Cerita itu memang fiktif belaka, namun cuplikan itu menggambarkan dengan jelas tentang apa sebenarnya hakikat “berguru” atau hakikat pendidikan, yakni: mendapatkan ilmu yang bermanfaat untuk kehidupan dan penghidupan.</p>
<p>Pendidikan, dalam arti yang paling sederhana, adalah kegiatan membekali peserta didik dengan pengetahuan atau keterampilan yang berguna. Sekali lagi, pengetahuan dan keterampilan yang berguna. Namun, dewasa ini hakikat pendidikan telah tereduksi sedemikian rupa, sehingga hanya sekedar mencari selembar kertas yang bernama ijazah. Pendidikan sekarang tidak memberikan ilmu yang dibutuhkan oleh peserta didik untuk menyiasati hidup, tetapi hanya melatih siswa menjadi robot penghafal. Runyamnya, para peserta didik pun seolah tidak memiliki motivasi positif untuk “menimba ilmu”. Mereka hanya memahami bahwa sekolah hanya untuk mendapat ijazah dan mencapai nilai yang tinggi, bukan mencari “senjata” untuk mengarungi kerasnya kehidupan.</p>
<p>Pada zaman Singosari itu, tentunya tidak ada kurikulum apalagi silabus pembelajaran. Setiap padepokan mengembangkan “kurikulum” sendiri, sesuai dengan kebutuhan. Mereka belajar dari alam dan pengalaman. Dewasa ini, pengembangan kurikulum menghabiskan biaya milyaran rupiah, namun tetap belum terasa “gereget”-nya.</p>
<p>Pada zaman Singosari itu, tentunya juga tidak ada rapor apalagi Ujian Nasional (atau istilahnya pada zaman itu mungkin Ujian Kerajaan, he he). Setiap cantrik bisa menguji sendiri ilmu yang didapatnya dengan pengalaman nyata, kerasnya kehidupan, bahkan medan pertempuran. Sementara sekarang, kita ribut mempersoalkan peningkatan mutu pendidikan dengan hasil UN. Padahal, hasil UN bukan satu-satunya tolok ukur untuk menentukan merosot atau meningkatnya mutu pendidikan.</p>
<p>Berhentilah untuk mengukur segala sesuatu dengan angka (kuantitatif). Karena pendidikan bukan sekedar permainan angka. Lihatlah berbagai peristiwa yang terjadi akhir-akhir ini. Kasus-kasus korupsi, brutalisme suporter sepakbola, penyalahgunaan narkoba, KDRT, sex bebas, prostitusi anak, meningkatnya pengangguran, dan lain-lain. Semua itu menunjukkan bahwa pendidikan yang kita kembangkan belum mampu menjawab tantangan zaman.</p>
<p>Taruhlah hasil UN sangat memuaskan, 100% siswa lulus UN dengan nilai rata-rata 10, tetapi layar TV masih dihiasi dengan berita-berita negatif di atas. Apakah kita bisa menepuk dada sambil mengatakan bahwa mutu pendidikan kita meningkat?<small></small></p>
<br />Filed under: <a href='http://chsusanto5.wordpress.com/category/opini/'>OPINI</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/chsusanto5.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/chsusanto5.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/chsusanto5.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/chsusanto5.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/chsusanto5.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/chsusanto5.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/chsusanto5.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/chsusanto5.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/chsusanto5.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/chsusanto5.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/chsusanto5.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/chsusanto5.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/chsusanto5.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/chsusanto5.wordpress.com/41/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=chsusanto5.wordpress.com&amp;blog=6233863&amp;post=41&amp;subd=chsusanto5&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://chsusanto5.wordpress.com/2010/05/17/menggugat-hakikat-pendidikan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bc7ff3081908eed4d0ec9190ac9fb2e3?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Che</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://chsusanto5.files.wordpress.com/2010/05/celestial-dragons.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Celestial Dragons</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>MENGEMBALIKAN &#8220;ROH&#8221; PENDIDIKAN</title>
		<link>http://chsusanto5.wordpress.com/2009/04/22/mengembalikan-roh-pendidikan/</link>
		<comments>http://chsusanto5.wordpress.com/2009/04/22/mengembalikan-roh-pendidikan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 22 Apr 2009 14:07:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Che Susanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[OPINI]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://chsusanto5.wordpress.com/2009/04/22/mengembalikan-roh-pendidikan/</guid>
		<description><![CDATA[Driyarkara pernah menyatakan bahwa hakikat pendidikan adalah “memanusiakan manusia”. Artinya, lewat pendidikan itu setiap peserta didik digembleng agar dapat menjadi “manusia”. Dan Plato bilang bahwa manusia adalah “binatang yang berakal budi’. Manusia dapat menjadi “manusia” kalau ia mempunyai akal dan mempunyai budi. Filosofi ini berkembang pada abad ke-21 dengan rumusan tentang multi-kecerdasan yang mesti dimiliki [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=chsusanto5.wordpress.com&amp;blog=6233863&amp;post=33&amp;subd=chsusanto5&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Driyarkara pernah menyatakan bahwa hakikat pendidikan adalah “memanusiakan manusia”. Artinya, lewat pendidikan itu setiap peserta didik digembleng agar dapat menjadi “manusia”. Dan Plato bilang bahwa manusia adalah “binatang yang berakal budi’. Manusia dapat menjadi “manusia” kalau ia mempunyai akal dan mempunyai budi. Filosofi ini berkembang pada abad ke-21 dengan rumusan tentang multi-kecerdasan yang mesti dimiliki oleh seorang manusia, yakni kecerdasan intelektual, kecerdasan emosi, kecerdasan sosial, dan kecerdasan spiritual. Roh utama pendidikan adalah membangun individu yang cerdas, terampil, dan berbudi pekerti luhur.<br />
Namun, yang terjadi sekarang ini adalah penjungkirbalikan arah pendidikan. Sekolah hanya mengejar target nilai Ujian Nasional (UN) sehingga mengesampingkan misi “pemanusiaan manusia” yang menjadi roh pendidikan itu sendiri. Sekolah hanya bertujuan meluluskan siswa sehingga menafikan proses pembelajaran. Dampaknya adalah lahirnya budaya pragmatisme dan serba-instan dalam praktik pendidikan. Karena tujuan akhir adalah tingginya tingkat kelulusan siswa, maka sekolah lebih memilih cara-cara yang pragmatis. “Apa pun caranya, yang penting adalah hasilnya”. Demikianlah motto yang dipegang.<span id="more-33"></span><br />
Pada hari-hari menjelang UN, sekolah menjadi sangat sibuk. Berbagai upaya dilakukan agar siswa siap menghadapi UN. Mulai dari memberi jam pelajaran tambahan sampai gemblengan mental-spiritual. Dari sinilah sering muncul titik ironi dalam praktik pembelajaran di kelas. Taruhlah adanya pelajaran tambahan. Kegiatan ini justru sering membebani siswa dengan tugas-tugas yang amat melelahkan, karena hampir 100% kegiatan ini digunakan untuk drill soal saja. Kelas tak lebih dari tempat bimbingan belajar atau kursus tentang kiat-kiat mengerjakan soal. Serba kilat, serba smart. Padahal, pendidikan itu merupakan proses yang membutuhkan waktu. Dan, dalam pandangan Contextual Teaching and Learning (CTL), setiap individu adalah unik. Setiap individu memiliki “bakat” masing-masing dalam belajar.<br />
Belajar juga mensyaratkan adanya pembiasaan dan kesinambungan. Belajar merupakan sebuah rutinitas, yang mestinya dilakukan oleh setiap individu secara teratur. Tidaklah bijaksana apabila belajar dilakukan secara instan. Memaksa siswa kelas IX atau kelas XII untuk menguasai materi dalam waktu yang singkat, sama sekali tidak ada gunanya. Sebab setelah ujian semua materi pembelajaran itu akan hilang begitu saja tanpa bekas<br />
Yang paling menggelikan adalah maraknya pendekatan spiritual dalam menghadapi UN. Doa-doa dipanjatkan agar setiap siswa diberi “jalan yang terang” agar bisa mengerjakan soal UN dengan benar. Bahwa manusia harus beribadah kepada Sang Khalik itu memang sudah layak dan sepantasnya. Tetapi, maraknya kegiatan ibadah hanya pada saat menghadapi UN, justru kontra-produktif dengan hakikat pendidikan agama. Seolah kita baru ingat kepada Tuhan hanya pada saat Ia kita butuhkan saja.<br />
Akhirnya, menjadi PR bagi kita untuk merenungkan sekali lagi tujuan dan hakikat pendidikan. Menjadi tugas bagi kita untuk mengembalikan “roh” pendidikan yang selama ini terabaikan. UN boleh saja diadakan, tetapi bukan sebagai satu-satunya penentu kelulusan siswa. UN mestinya dilakukan dengan tujuan untuk memetakan mutu pendidikan dan kualitas setiap sekolah. Bahkan bila perlu jangan hanya mata pelajaran tertentu saja yang di-UN-kan, tetapi semua mata pelajaran!<br />
Lalu, kepada siapa kita bisa berharap untuk membenahi semua ini? Yang pertama tentunya kepada guru yang menjadi ujung tombak dalam pendidikan. Namun, selama ini guru hanya menjadi robot yang penurut. Guru adalah prajurit patuh yang siap berperang tetapi tidak tahu untuk apa perang itu!</p>
<br />Posted in OPINI  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/chsusanto5.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/chsusanto5.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/chsusanto5.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/chsusanto5.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/chsusanto5.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/chsusanto5.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/chsusanto5.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/chsusanto5.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/chsusanto5.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/chsusanto5.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/chsusanto5.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/chsusanto5.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/chsusanto5.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/chsusanto5.wordpress.com/33/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=chsusanto5.wordpress.com&amp;blog=6233863&amp;post=33&amp;subd=chsusanto5&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://chsusanto5.wordpress.com/2009/04/22/mengembalikan-roh-pendidikan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bc7ff3081908eed4d0ec9190ac9fb2e3?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Che</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>1001 SIASAT HADAPI UJIAN</title>
		<link>http://chsusanto5.wordpress.com/2009/02/13/1001-siasat-hadapi-ujian/</link>
		<comments>http://chsusanto5.wordpress.com/2009/02/13/1001-siasat-hadapi-ujian/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 Feb 2009 15:30:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Che Susanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[OPINI]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://chsusanto5.wordpress.com/?p=23</guid>
		<description><![CDATA[Sejak pemerintah mencanangkan Ujian Nasional sebagai faktor penentu dalam kelulusan siswa,  banyak cara yang dilakukan untuk menyiasati kebijakan tersebut. Tingkat kelulusan yang tinggi merupakan sebuah keniscayaan yang tak dapat ditawar lagi demi “harga diri” sekolah. Maka, setiap stakeholder sekolah harus bahu-membahu demi mencapai nilai ujian yang tinggi. Dan, segala cara pun dihalalkan. Segala cara dihalalkan? [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=chsusanto5.wordpress.com&amp;blog=6233863&amp;post=23&amp;subd=chsusanto5&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;text-align:justify;margin:0;"><span lang="IN"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"><img class="alignright size-full wp-image-24" title="0019" src="http://chsusanto5.files.wordpress.com/2009/02/0019.jpg?w=535" alt="0019"   />Sejak pemerintah mencanangkan Ujian Nasional sebagai faktor penentu dalam kelulusan siswa,<span>  </span>banyak cara yang dilakukan untuk menyiasati kebijakan tersebut. Tingkat kelulusan yang tinggi merupakan sebuah keniscayaan yang tak dapat ditawar lagi demi “harga diri” sekolah. Maka, setiap <em>stakeholder</em> sekolah harus bahu-membahu demi mencapai nilai ujian yang tinggi. Dan, segala cara pun dihalalkan.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;text-align:justify;margin:0;"><span lang="IN"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Segala cara dihalalkan? Ya! Segala cara dihalalkan! Kita tahu<span>  </span>betapa hebatnya tekanan yang bernama UN ini. Bukan hanya siswa yang stress, namun guru, orang tua, kepala sekolah, kepala dinas, bahkan bupati pun ikut stress. Dan kita tahu, bahwa dalam keadaan tertekan, setiap orang bisa melakukan apa saja. Yang terjadi adalah kecurangan-kecurangan, baik yang dilakukan individu maupun kolektif. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;text-align:justify;margin:0;"><span lang="IN"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Saya mencatat banyak sekali trik yang dilakukan untuk menggapai nilai UN nan tinggi itu.<span id="more-23"></span> <!--more-->Tapi, mohon jangan curiga dulu. Bukan maksud saya untuk mengajari calon peserta atau calon panitia UN kalau trik-trik itu saya beberkan. Tujuan saya hanya, agar kita waspada dan hati-hati untuk pelaksanaan UN selanjutnya. Jangan sampai niat mulia pemerintah untuk menaikkan mutu pendidikan ini, justru di-<em>counter</em> dengan cara-cara curang yang tak bertanggung jawab.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;text-align:justify;margin:0;"><span lang="IN"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Nah, inilah beberapa trik yang paling populer di antara 1001 siasat yang dapat digunakan: </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-.5in;text-align:justify;margin:0 0 0 .5in;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span lang="IN"><span><span style="font-size:small;">1.</span><span style="font:7pt &quot;">      </span></span></span><span lang="IN"><span style="font-size:small;">Manipulasi Lembar Jawab Komputer (LJK)</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;text-align:justify;margin:0 0 0 .25in;"><span lang="IN"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Cara ini marak dilakukan tahun 2004-2005. Pada waktu itu belum ada Tim Independen.Yang ada hanyalah Koordinator Pengawas (Korwas), yang tugas utamanya: (a) mengambil Soal Ujian dan Lembar Jawab Komputer (LJK) dari Panitia SubRayon ke Sekolah Penyelenggara Ujian (SPU), (b) bengong pada saat ujian dilaksanakan, lalu (c) mengantar LJK ke Subrayon. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;text-align:justify;margin:0 0 0 .25in;"><span lang="IN"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Nah, dengan dalih untuk mengecek apakah siswa sudah benar dalam mengisi data pribadi di LJK, Panitia Ujian (baca: SPU) bisa sekaligus membetulkan jawaban yang salah. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;text-align:justify;margin:0 0 0 .25in;"><span lang="IN"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Dampaknya? Karena biasanya Panitia hanya konsen pada siswa yang “diduga” nilainya rendah, maka siswa ini nilainya jadi menggelembung, menyalip siswa lain yang kemampuannya “di atasnya”. Jadi, jangan heran kalau di suatu sekolah, hasil UN mengejutkan. Siswa yang pandai kalah nilainya dengan siswa yang “biasa saja”.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span lang="IN"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-.5in;text-align:justify;margin:0 0 0 .5in;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span lang="IN"><span><span style="font-size:small;">2.</span><span style="font:7pt &quot;">      </span></span></span><span lang="IN"><span style="font-size:small;">Meyiapkan LJK “Bayangan”</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;text-align:justify;margin:0 0 0 .25in;"><span lang="IN"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Siasat ini biasanya dilakukan oleh SPU yang sekaligus menjadi markas Subrayon. Karena ada cadangan LJK yang cukup banyak, mereka bisa menyiapkan LJK “Bayangan” untuk mengganti LJK asli milik siswa yang “diduga’ nilainya rendah. Setiap SPU menyiapkan Tim Khusus yang bertugas mengambil sisa soal dari Ruang Ujian (RU), mendistribusikan ke Guru Mapel yang bertugas menjawab soal, dan mengisi LJK “Bayangan” berdasarkan jawaban yang telah dirumuskan. Pada saat <em>checking</em> terakhir, sebelum LJK dibawa Korwas ke Subrayon, Panitia dengan keterampilan tangan ala Deddy Corbuzer, bisa mengganti LJK Asli siswa dengan LJK “Bayangan” yang telah disiapkan oleh Tim Khusus.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;text-align:justify;margin:0 0 0 .25in;"><span lang="IN"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Dampaknya? Dampaknya ya setali tiga uang alias <em>sami mawon</em> dengan cara 1. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span lang="IN"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-.5in;text-align:justify;margin:0 0 0 .5in;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span lang="IN"><span><span style="font-size:small;">3.</span><span style="font:7pt &quot;">      </span></span></span><span lang="IN"><span style="font-size:small;">Membocorkan Kunci Jawaban</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;text-align:justify;margin:0 0 0 .25in;"><span lang="IN"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Cara yang paling heboh adalah dengan menaruh kunci jawaban di WC. Sebelum di setiap RU ada siswa yang bertugas menjadi koordinator. ??? Ya! Koordinator ini tugasnya menyebarkan hasil temuannya ke siswa lain dalam satu RU. Caranya? Bisa secara langsung atau menggunakan kode-kode tertentu yang aman atau bisa mengelabui Pengawas. Misalnya dengan isyarat seperti: pegang kuping kanan untuk jawaban A, pegang rambut untuk jawaban B, menggaruk kepala untuk jawaban C, dst. Ya, tentu saja perlu latihan dulu untuk menerapkan cara ini.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;text-align:justify;margin:0 0 0 .25in;"><span lang="IN"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Cara yang paling canggih adalah menggunakan sms via telepon genggam (HP). Untuk cara ini kiranya tidak perlu saya jelaskan. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;text-align:justify;margin:0 0 0 .25in;"><span lang="IN"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Namun, berbagai bentuk kecurangan ini akhirnya “tercium” juga. Maka beberapa kebijakan dalam penyelenggaraan UN pun diperbarui. Mulai tahun 2006, Pemerintah menyiapkan Tim Independen Pemantau Ujian (wah, nama tepatnya saya lupa, pokoknya Tim Independen gitu). Tim ini bertugas memantau, mencatat, dan melaporkan pelaksanaan UN di setiap SPU. Anggota Tim ini adalah dari Perguruan Tinggi terdekat.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;text-align:justify;margin:0 0 0 .25in;"><span lang="IN"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Prosedur pengawasan pun diperketat, antara lain dengan cara: (a) Sisa soal tidak boleh keluar dari RU, (b) Sampul LJK harus dilem di RU sehingga tidak mungkin disisipi LJK lain, (c) Selain Pengawas RU, siapa pun, termasuk Pejabat, tidak diperkenankan masuk RU, (d) Peserta atau pengawas RU tidak diperbolehkan membawa HP, (e) dll. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;text-align:justify;margin:0 0 0 .25in;"><span lang="IN"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Apakah ini sudah aman? Eit, tunggu dulu! Yang namanya maling itu punya 1001 cara untuk mencuri. Nah, SPU yang nakal tidak kekurangan cara untuk berbuat curang. Karena tidak mungkin memanipulasi LJK, cara yang paling memungkinkan adalah membocorkan jawaban kepada siswa. Caranya? Untuk mendapatkan sisa soal dari RU, Panitia tidak kekurangan akal. Banyak jalan menuju Roma! Untuk membocorkan jawaban kepada siswa? Sekali lagi, banyak jalan menuju Roma. Nih, beberapa cara yang populer:</span></span></p>
<ol style="margin-top:0;" type="a">
<li class="MsoNormal"><span lang="IN"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Menggunakan Bunyi/Suara</span></span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 0 .5in;"><span lang="IN"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Untuk mempraktikkan cara ini, sebelumnya perlu ada simulasi atau semacam latihan. Hah! Latihan berbuat curang? Di lingkungan sekolah banyak sumber bunyi yang bisa digunakan. Sebelum UN, perlu juga disepakati makna dari bunyi-bunyi tersebut. Misalnya, bunyi peluit untuk melambangkan jawaban A, ketukan kayu untuk B, klakson untuk C, dst. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 0 .5in;"><span lang="IN"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Untuk cara ini ada kurang lebih 70-an variasinya.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span lang="IN"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<ol style="margin-top:0;" type="a">
<li class="MsoNormal"><span lang="IN"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Menggunakan Pengumuman Tersamar</span></span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 0 .5in;"><span lang="IN"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Pengumuman Tersamar? Ah, saya bingung menentukan judulnya. Contohnya begini: Beberapa menit setelah UN berlangsung (tentu saja setelah Tim Khusus mendapatkan kunci jawaban), lewat pengeras suara SPU bisa mengumandangkan pengumuman semacam ini&#8230; <em>“ Pengumuman&#8230; Mohon perhatian kepada siswa yang disebut namanya berikut ini, nanti setelah ujian&#8230; dimohon mengahadap ke Kantor TU&#8230; satu &#8230; Budi &#8230; dua &#8230; Daniel&#8230; tiga &#8230; Cecep &#8230; empat&#8230; Bambang &#8230; lima &#8230; Anisa &#8230;”. </em></span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 0 .5in;"><span lang="IN"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Tahu kan maksudnya? Itu artinya jawaban no. 1 B, 2 D, 3 C, 4 B, 5 A. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 0 .5in;"><span lang="IN"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Ada 33 variasi dari cara ini!<span>  </span></span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span lang="IN"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<ol style="margin-top:0;" type="a">
<li class="MsoNormal"><span lang="IN"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Menggunakan Tanda</span></span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 0 .5in;"><span lang="IN"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Setiap benda di sekolah bisa dijadikan tanda. Misalnya pot bunga. Untuk melaksanakan siasat ini, Panitia bekerja sama dengan Pesuruh sekolah. Caranya: Pesuruh sekolah menaruh<span>  </span>pot bunga di tempat yang mudah dilihat oleh siswa. Setiap pot berisi jenis bunga yang berbeda, yang melambangkan huruf yang berbeda. Misalnya, bunga Aglaonema untuk huruf A, Bonsai untuk huruf B, dst.. Pot bunga ini ditaruh berjejer dengan urutan yang telah disepakati sebelumnya. Nah, butuh 10 pot untuk 10 jawaban. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span lang="IN"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<ol style="margin-top:0;" type="a">
<li class="MsoNormal"><span lang="IN"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Dan lain-lain, dan lain-lain</span></span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span lang="IN"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span lang="IN"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Itu sekedar beberapa cara yang , sekali lagi, jangan ditiru. Masih banyak cara lain, yang kalau saya beberkan semua, blog ini tidak akan cukup menampungnya. Bagaimana UN tahun 2009 ini? Selama soal UN masih berupa soal Check Point atau Pilihan Ganda, 1001 cara masih akan digunakan. Maka, waspadalah! </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span lang="IN"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p><!--more--></p>
<br />Posted in OPINI  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/chsusanto5.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/chsusanto5.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/chsusanto5.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/chsusanto5.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/chsusanto5.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/chsusanto5.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/chsusanto5.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/chsusanto5.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/chsusanto5.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/chsusanto5.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/chsusanto5.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/chsusanto5.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/chsusanto5.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/chsusanto5.wordpress.com/23/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=chsusanto5.wordpress.com&amp;blog=6233863&amp;post=23&amp;subd=chsusanto5&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://chsusanto5.wordpress.com/2009/02/13/1001-siasat-hadapi-ujian/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bc7ff3081908eed4d0ec9190ac9fb2e3?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Che</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://chsusanto5.files.wordpress.com/2009/02/0019.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">0019</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Merokok itu Haram?</title>
		<link>http://chsusanto5.wordpress.com/2009/01/30/merokok-itu-haram/</link>
		<comments>http://chsusanto5.wordpress.com/2009/01/30/merokok-itu-haram/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Jan 2009 15:29:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Che Susanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[OPINI]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://chsusanto5.wordpress.com/?p=13</guid>
		<description><![CDATA[Forum Ijtima’ Ulama Komisi Fatwa se-Indonesia III akhirnya mengeluarkan sebuah fatwa penting tentang merokok. Diputuskan bahwa merokok hukumnya “DILARANG”, yaitu antara haram dan makruh. Pimpinan Itjima’ Ulama Komisi Fatwa, Prof Dr HM Amin Suma MA mengatakan bahwa merokok itu haram untuk anak-anak di bawah umur, haram untuk ibu hamil, dan haram jika dilakukan di tempat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=chsusanto5.wordpress.com&amp;blog=6233863&amp;post=13&amp;subd=chsusanto5&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"><img class="alignleft size-full wp-image-11" title="rokok11" src="http://chsusanto5.files.wordpress.com/2009/01/rokok11.jpg?w=535" alt="rokok11"   />Forum Ijtima’ Ulama Komisi Fatwa se-Indonesia III akhirnya mengeluarkan sebuah fatwa penting tentang merokok. Diputuskan bahwa merokok hukumnya “DILARANG”, yaitu antara haram dan makruh. Pimpinan Itjima’ Ulama Komisi Fatwa, Prof Dr HM Amin Suma MA mengatakan bahwa merokok itu haram untuk anak-anak di bawah umur, haram untuk ibu hamil, dan haram jika dilakukan di tempat umum. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Bagi yang antirokok, fatwa ini menjadi senjata ampuh dalam perjuangan dan cita-cita luhur mereka: membasmi rokok dari bumi ini. Merokok, apa pun alasannya, memang lebih banyak ruginya daripada untungnya. Dari segi kesehatan, kita semua tahu, nikotin itu berbahaya bagi tubuh manusia. Dari segi ekonomi, merokok itu memang pemborosan. Bahwa merokok itu boros, Wong Samin percaya. Harga sebungkus rokok saat ini Rp8.000. Kalau seorang perokok menghabiskan sebungkus rokok per hari, berarti per bulan dia membuang percuma Rp240.000! Dalam satu tahun berarti Rp2.880.000!!! Itu baru sebungkus sehari, lalu berapa rupiah biaya yang dikeluarkan oleh seorang perokok berat yang biasa “mengonsumsi” 4-5 bungkus per hari? Menurut data WHO, Indonesia merupakan negara dengan jumlah perokok terbesar ketiga di dunia, yakni 146 juta orang!<span id="more-13"></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"><img class="alignright size-full wp-image-12" title="rokok2" src="http://chsusanto5.files.wordpress.com/2009/01/rokok2.jpg?w=535" alt="rokok2"   />Kalau dipikir-pikir, benar juga ya fatwa MUI itu. Anak-anak di bawah umur haram merokok, karena mereka belum mandiri secara ekonomi dan rentan terhadap berbagai jenis penyakit yang disebabkan oleh nikotin. Wanita hamil haram merokok karena memang membahayakan sang janin yang dikandungnya. Dan, merokok di tempat umum itu haram karena sangat mengganggu orang lain.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Tapi, muncul pertanyaan menggelitik di benak Wong Samin. Pertama, bagaimana nasib mereka yang selama ini menggantungkan hidupnya kepada rokok? Tentunya fatwa ini merupakan sebuah lonceng kematian. Mereka yang termasuk kelompok ini adalah petani tembakau, buruh pabrik rokok, pedagang (asongan maupun yang punya ruko), salesman (yang bermobil maupun yang cuma jalan kaki),   dan tentu saja pabrik rokok itu sendiri. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Kedua, mengapa sebuah fatwa (yang tentunya dikeluarkan dengan itikad baik, atas desakan pihak yang tentunya juga punya itikad baik) harus menelan korban yang demikian besar? Jika fatwa ini diberlakukan, tentu akan menambah jumlah pengangguran di negeri yang kaya-raya ini. Ribuan petani tembakau di Temanggung tidak mungkin serta merta beralih ke tanaman sayuran (mereka bukan petani ophium di Thailand yang berganti menanam sayuran). Jutaan buruh di pabrik rokok tidak mungkin berganti mata pencaharian menjadi TKI. Jutaan pedagang asongan yang menyerbu sudut-sudut kota tentu akan berkurang omzetnya bila tidak memajang rokok di asongan mereka. Bila pabrik-pabrik rokok gulung tikar, berapa triliun penerimaan cukai negara yang hilang? Perlu dicatat pula bahwa tidak sedikit sumbangan dari para pengusaha rokok dalam program beasiswa pelajar dan mahasiswa, penyelamatan lingkungan hidup, pemberdayaan masyarakat, pembinaan olahraga, dan sebagainya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Ketiga, apakah rokok itu jahat sekali sehingga sebuah lembaga terhormat bernama MUI sampai harus turun tangan? Bahwa nikotin itu berbahaya, Wong Samin pernah mendengarnya. Tapi lebih berbahaya mana antara merokok dengan menonton sinetron cengeng yang menyebarkan  virus konsumerisme dan sadisme? Kok MUI belum pernah mengeluarkan fatwa tentang sinetron yang haram? </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Benarkah rokok itu memperpendek umur pengisapnya? Wong Samin punya kakek, Mbah Soma Lan namanya (wah, namanya kayak bintang film kungfu, Samo Hung). Almarhum kakek saya ini, menurut pengakuannya, merokok sejak usia  kurang dari 13 tahun. Dan terus-menerus merokok selama hidupnya dengan dosis 1-2 bungkus per hari.  Mau tahu umur berapa beliau tutup usia? Seratus delapan tahun! Sekali lagi, seratus delapan tahun! </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Mungkin, kakek saya ini memang sebuah pengecualian. Tapi, ada lagi ini contoh lain. Tetangga saya, sebut saja Pak Karnawi. Dia ini perokok berat dengan dosis 3-4 bungkus per hari. Suatu hari dia memutuskan untuk berhenti dari kebiasaan buruknya ini. Eh, begitu berhenti merokok, tiba-tiba puluhan penyakit menyerangnya. Dari pusing-pusing, jantung berdebar-debar, kejang-kejang, sampai kesemutan. Tepat sebulan sejak berhenti merokok, Pak Karnawi dibawa ke rumah sakit. Dua minggu kemudian, nyawanya diambil Malaikatul Maut.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Wah, contoh-contoh itu mungkin memang hanya kebetulan. Tapi, sampai hari ini, belum ada ahli yang berani mengklaim bahwa perokok umurnya lebih pendek daripada bukan perokok. Banyak perokok yang umurnya lebih panjang daripada bukan perokok. Banyak juga bukan perokok yang umurnya lebih pendek daripada perokok. Ada perokok yang umurnya pendek, ada pula perokok yang umurnya panjang. Ada bukan perokok yang umurnya pendek, ada pula bukan perokok yang umurnya panjang. Yang namanya umur itu kan urusan Yang Maha Memberi Umur.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Oke, kita kembali ke fatwa MUI tadi. Menindaklanjuti fatwa ini, beberapa daerah sedang menyiapkan Perda tentang larangan merokok. Bila Perda ini dijalankan dengan murni dan konsekuen, diselenggarakan dengan cara saksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya, tentu akan menimbulkan “korban” yang lain. Masalah rokok ini memang dilematis sekali. Diperlukan pemikiran yang lebih mendalam lagi untuk menyikapi hal ini. Yang menjadi pertimbangan tentu bukan hanya masalah haram dan tidaknya, bukan masalah sehat dan tidaknya, namun perlu dasar pemikiran yang lain. Aspek lain yang tak kalah penting adalah kemanusiaan, ekonomi, dan keamanan. Keamanan? Ya.  </span></span></p>
<br />Posted in OPINI  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/chsusanto5.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/chsusanto5.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/chsusanto5.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/chsusanto5.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/chsusanto5.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/chsusanto5.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/chsusanto5.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/chsusanto5.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/chsusanto5.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/chsusanto5.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/chsusanto5.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/chsusanto5.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/chsusanto5.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/chsusanto5.wordpress.com/13/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=chsusanto5.wordpress.com&amp;blog=6233863&amp;post=13&amp;subd=chsusanto5&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://chsusanto5.wordpress.com/2009/01/30/merokok-itu-haram/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bc7ff3081908eed4d0ec9190ac9fb2e3?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Che</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://chsusanto5.files.wordpress.com/2009/01/rokok11.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">rokok11</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://chsusanto5.files.wordpress.com/2009/01/rokok2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">rokok2</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Berguru kepada Alam</title>
		<link>http://chsusanto5.wordpress.com/2009/01/19/berguru-kepada-alam/</link>
		<comments>http://chsusanto5.wordpress.com/2009/01/19/berguru-kepada-alam/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 Jan 2009 13:54:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Che Susanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Percikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://chsusanto5.wordpress.com/2009/01/19/berguru-kepada-alam/</guid>
		<description><![CDATA[Tak ada guru yang lebih baik dari alam semesta ini. Segala sesuatunya selalu memberi pelajaran yang berharga bagi kita. Karena alam adalah guru yang sejati. Karena dari alamlah kita bisa belajar tentang segalanya. Kita belajar tentang kerendahan hati dari air yang mengalir. Tak ada zat yang lebih lembut daripada air. Namun, tak ada benda sekeras [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=chsusanto5.wordpress.com&amp;blog=6233863&amp;post=4&amp;subd=chsusanto5&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><img class="size-full wp-image-3 alignright" title="0028" src="http://chsusanto5.files.wordpress.com/2009/01/0028.jpg?w=535" alt="Oase1"   />Tak ada guru yang lebih baik dari alam semesta ini. Segala sesuatunya selalu memberi pelajaran yang berharga bagi kita. Karena alam adalah guru yang sejati. Karena dari alamlah kita bisa belajar tentang segalanya.<br />
Kita belajar tentang kerendahan hati dari air yang mengalir. Tak ada zat yang lebih lembut daripada air. Namun, tak ada benda sekeras apa pun yang tak dapat dihancurkannya.<br />
Kita belajar tentang kejujuran dari beningnya embun di pagi hari. Demikian jernih dan terang, tak ada sesuatu yang tersembunyi. Sebab segala sesuatu itu transparan adanya. Kebusukan atau keculasan, akan ketahuan karena hanya bertabir waktu.<span id="more-4"></span><br />
Kita belajar tentang cinta dari matahari. Ia setia menyiram bumi dengan sinarnya yang perkasa. Hanya memberi, namun tak harap kembali. Karena begitulah mestinya cinta. Memberi, memberi, dan memberi.<br />
Kita belajar tentang kerukunan dari konvoi semut di dinding. Kemana pun mereka pergi, selalu beriring berurutan, bertegur sapa, bergotong royong, berbagi, dan saling menolong.<br />
Kita belajar tentang keberanian dari angin yang berbisik. Desau angin yang bergulir, menelusup ke setiap sudut, tak ada sesuatu yang tak terlewati. Tak gentar, meski harus menembus kegelapan.<br />
Kita belajar tentang kekuatan dari rumpun ilalang. Lemah jika sendiri, namun akan teguh dan ulet jika bersatu.<br />
Kita belajar tentang kehidupan dari rerumputan. Sekali mati, ia akan hidup kembali. Tak ada racun yang bias membuatnya mati abadi. Sebab Allah telah memberinya kekuatan untuk selalu bersemi.<br />
Kita belajar tentang rezeki dari – sekali lagi – air yang mengalir. Air selalu mengalir, mengisi kekosongan di mana saja. Karena begitulah yang namanya rejeki. Selalu mengalir, mengisi kekosongan di mana saja. Sebab dari Allah-lah rezeki itu datang, dan dari Allah-lah rezeki itu selalu datang. Selalu datang dan tak pernah berhenti, karena Allah Sang Maha Memberi.<br />
Kita selalu berguru kepada alam. Kita selalu belajar dari alam. Karena alam dan kita, satu adanya.</p>
<div class="mceTemp">
<dl class="wp-caption alignleft">
<dt class="wp-caption-dt"></dt>
<dd class="wp-caption-dd">Oase1</dd>
</dl>
</div>
<br />Posted in Percikan  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/chsusanto5.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/chsusanto5.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/chsusanto5.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/chsusanto5.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/chsusanto5.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/chsusanto5.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/chsusanto5.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/chsusanto5.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/chsusanto5.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/chsusanto5.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/chsusanto5.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/chsusanto5.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/chsusanto5.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/chsusanto5.wordpress.com/4/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=chsusanto5.wordpress.com&amp;blog=6233863&amp;post=4&amp;subd=chsusanto5&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://chsusanto5.wordpress.com/2009/01/19/berguru-kepada-alam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>17</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bc7ff3081908eed4d0ec9190ac9fb2e3?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Che</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://chsusanto5.files.wordpress.com/2009/01/0028.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">0028</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
